Dia membopongmu.

Ruas jari menyentuh lembut dinding yang tidak terlihat oleh kalian dan mereka.

Kamu yang meringkuk, kamu tidak sedang menunggu atau mendengar kata-kata yang salah tetapi diimani sebagai kebenaran.

Kemarilah, langkahmu bukan ayunan linglung.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *